Showing posts with label Movie. Show all posts
Showing posts with label Movie. Show all posts

Wednesday, April 2, 2014

Captain America: The Winter Soldier

Digadang-gadang sebagai Film Marvel terbaik setelah The Avengers, dan harus saya akui film ini Merupakan yang Terbaik dari serial Marvel Movie lainnya. Bukanlah sosok Superpower macam Hulk, Iron Man dengan Segala Armor Tempurnya, Thor dengan palunya, Captain disini lebih ditonjolkan sisi Leadershipnya, Kemampuan Tarung Jarak Dekatnya, serta Kebijakan yang harus diambil sebagai seorang Leader.

Scene diawali Misi Captain menyelamatkan agent SHIELD disebuah kapal yang dibajak Teroris. Disini disajikan adegan Fighting jarak dekat yang lumayan (secara sutradaranya merupakan fans The Raid, jadi adegan Fight kurang lebih mirip dengan The Raid), hingga Captain marah kepada Natasha karena Misinya ada lain lagi selain Misi yang dijabarkan Captain.


Inti Plot di Film ini menceritakan tentang SHIELD yang sudah lama Disisipi oleh HYDRA. Sehingga seperti kata Nick Fury sebelum mati ke Captain, jangan percaya siapapun. Seperti biasa, saya jadi lebih suka menyajikan review dengan menjabarkan beberapa poin saja yaitu:
  • Akting Chris Evans jauh lebih Matang di Film ini, Kharisma nya sebagai Captain nampaknya semakin sulit tergantikan.
  • Winter Soldier aktingnya mantap, Sadis dan Aura Pembunuh nya kerap hadir ketika dia muncul. Istilahnya: Beringas banget saat dia menjalankan apa yang menjadi Misinya.
  • Beberapa Kali disebut nama Stark, Bruce Banner, Stephen Strange. Sepertinya bakal jadi penyambung untuk next movie marvel.
  • Natasha terlihat seksi dan hot dengan Rambut lurusnya (teringat di Film Don Jon, Haha). Porsi dia juga lebih banyak di Film ini. Adegan Ciuman dengan Captain bikin Envy, haha..
  • No More SHIELD..secara udah Hancur lebur gitu.
  • Brock Rumlow, aktingnya ajib bro.. Kesan Soldier yang bengis dan gilanya dapet banget. Di ending film sepertinya masih hidup meski kondisinya sekarat. Bakal jadi Villain lagi kayaknya nih.
  • Agent Hill aura kecantikannya masih Mantap, di akhir Film terlihat sepertinya dia melamar kerja di Stark Industry. Patut ditunggu di Next Marvel Movie.
  • humor yang tersaji juga pas, tidak berlebihan seperti Thor The Dark World haha…
  • tentunya Nick Fury tidak mati dan Mata kirinya bikin geli, wkwk… 

Overall, dengan Story yang berbobot dan Action yang lumayan, Film ini Harus ditonton di Bioskop, sayang banget gambar jernih dan tata suara yang bagus di Film ini untuk dilewatkan begitu saja. Dan jangan Keluar Bioskop Dulu hingga layar Bioskop Mati, karena akan ada Sajian potongan Film yang menyambungkan ke serial the Avengers Age of Ultron di Mid-Credit Scene & After-Credit Scene: ada penampakan tongkat Loki, QuickSilver & Scarlet Witch (benang merah untuk The Avengers Age of Ultron), serta penampakan Bucky sang Winter Soldier yang sedang melihat data dirinya di museum (sepertinya bakal jadi benang merah the next Captain America).

Rating: 8,5/10

Monday, September 24, 2012

Mini Review: Catch 44

Hello...

Beberapa minggu yang lalu, saya sama sahabat saya pergi ke XXI. itu ide dadakan sih, karena bingung mau cari hiburan dimana lagi, jadinya ya diputusin nonton aja. Dari rumah, nyalain kendaraan, langsung berangkat ke eWalk tempat XXI berada.

Sampe disana, ebuuset dah..antrian panjang, tau deh tuh orang-orang jomblo pada ngantri nonton apa. -> *carimati*

Pas lihat poster disono, saya lihat aktor kawakan bruce willis dengan judul film 'Catch 44'. wah langsung deh ngantri di antrian yg kayak uler itu. Beli tiket, langsung menuju theater 4. masuk. eh filmnya udah jalan gitu :'( ketinggalan beberapa menit gitu, ya 60 menitan lah (ANJIR BOHONGNYA KAMU KY!), hehe, ya mm...sekitar sepuluh menitan mungkin..


Ini film sebenernya bercerita tentang Tiga penembak wanita (ya istilahnya bawahan yang menjalankan misi suruhan bosnya gitu) yang dikirim ke pedesaan Louisiana untuk menggagalkan penjualan obat terlarang. Cuman sayangnya, pas mereka tiba disebuah kafe kecil di tepi jalan, sebuah transaksi yang seharusnya berjalan sederhana berubah menjadi serangan peluru. Nah lho kok bisa? Makanya nonton! hehe.. -> *gakniat review*


Jujur sih, untuk film ini saya pribadi agak kecewa ya.. poster yg memampang Bruce Willis di depan, tapi yg berasa tokoh utamanya malah si cewek.. :'| yah, bisa dibilang si Om Bruce hanya berperan sebagai cameo di sini. Dan gak cuma itu aja, alur film ini sangat-sangat-sangat lambat. Dan hampir keseluruhan film ini isinya hanyalah dialog saja, yang jadinya membuat film ini menjadi super-membosankan. Saya aja di tengah2 film sempet ketiduran loh, sumpah! *malu*

Terakhir, buat yang berangan-angan kalo ini film seru dan full action, saya sarankan dari hati: Jangan tonton! sekian.

Rating: 5/10

Monday, October 10, 2011

Mini Review

Di beberapa kesempatan, saya selalu mampir ke Studio XXI untuk menonton beberapa film yang aneh-aneh / diminati banyak orang balikpapan. Diantaranya ada After.Life, Green Lantern (3D), dan Tentu saja Harry Potter seri terakhir. Dan untuk sebagai pengingat, saya akan menuliskan review singkat mengenai beberapa film tersebut di blog ini. Tentunya sesuai sudut pandang saya pribadi.

Lets begin,

---------------------

Green Lantern 3D

Untuk film yang satu ini hanya tersedia di Studio 3D, jadi pas nonton mesti make kacamata 3D yang menurut saya, sangat mengganggu. Kenapa? karena saya khan make kacamata juga. jadi, ketika nonton ni film, saya make kacamata dobel, yang mana kacamata 3D nya sendiri kehilangan tempat untuk mencantolkan dirinya di hidung saya. Sekilas saya mirip orang gila karena di sepanjang film saya sibuk membenarkan kacamata 3D nya berkali-kali. Mungkin akan lebih bagus bila suatu saat nanti, yang menonton di studio 3D dikasih Helm dengan kaca 3D, biar gak repot gitu nyantolin di hidung.

Back to topic.

Sebenernya saya kurang begitu suka dengan film-film bertema futuristik macam begini, tapi karena sahabat saya yang mengajak, ya saya coba ikut menonton, kali aja saya jadi suka. Tapi ternyata, tetep aja gak suka. Efeknya biasa aja, alur cerita yang maksa juga ngebuat saya mengantuk mengikuti film ini. Hoaeehmmm

Malah Konon katanya, Film ini berbudget 200 Juta USD. Buset dah, budget itu raksasa banget! Sayang sekali dana itu sepertinya tersia-siakan untuk CG yang carut marut. Ada kalanya efek CGnya terlihat keren seperti duel Hal dengan Sinestro, tetapi ada kalanya bahkan adegan Hal terbang pun terlihat kentara palsunya. In My Opinion, Efeknya cuma beda tipis sama efek-efek sinetron Indosiar yang dimana tokoh utamanya kemana-mana naik elang sob! -_-"

Kualitas yang tidak merata ini benar-benar merusak imajinasi film.

Rating: 6

Not a Recommended Movie. :(

---------------------

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2

Ini merupakan salah satu film yang sangat saya tunggu, karena apa? karena yang sekuel sebelumnya (the deathly hallows: part 1) bikin penasaran :D So, saat ada film ini nongol di Balikpapan, saya gak langsung menonton, karena 1-4hari pertama tayang, penonton membludak kayak jamaah haji wakakak... Saya menonton saat studio sudah agak sepi, bersama sahabat saya Andhika dan Adji, saya menonton film ini.

Langsung aja ya, sebetulnya secara keseluruhan, Alur cerita film ini sebenernya menarik, meski ada beberapa adegan yang menurut saya lebay, terlalu di dramatisir.. (untuk menambah durasi kah?) i don't know.. sepanjang film malah saya sendiri yang heboh:
"kenapa tuh ular gak ditebas aja sih?"
"kok musuhnya gampang banget mati?"
"beha nya harry potter kok bunga-bunga?"

dan lain-lain..

Jadi, sepanjang film tuh cuma ada kesimpulan yang ada di hati saya, "Film nya kok gini??". Jauh banget sama yang di novel Raditya dika (YA IYALAH!). Maksud nya, nih film sudah saya tunggu-tunggu, dan ketika saya nikmati filmnya, jauh dari ekspetasi saya. Banyak kejanggalan-kejanggalan, tapi ya sudahlah, namanya juga fiksi. Hiks hiks..

Ahh,,it all ends... Meski saya juga senang menikmati nih film, karena di akhir cerita, ada anaknya harry yang unyu-unyu.. :3 Setelah film selesai, saya langsung merangkak keluar pintu exit layaknya adegan harry merangkak berebut tongkat dengan voldemort, wakakakak.. *kidding*

Rating: 8

Recommended Movie! for Harry Potter Freaks :D

---------------------

After.Life

Pertama memilih menonton film ini cuma satu, Penasaran! Posternya yang minimalis dengan nuansa Dark, menggoda saya untuk menonton film ini. Ditemani adik saya dan sahabat saya, saya menonton film ini dengan tenang. Film pun dimulai, dan diawali dengan sebuah adegan kecelakaan mobil.

Setelah terjadinya sebuah kecelakaan mobil yang mengerikan merenggut nyawa Anna (tokoh utama nih film), dan terbangun serta menyaksikan Eliot Deacon mempersiapkan tubuhnya untuk dimakamkan. Bingung, takut dan merasa masih sangat hidup, Anna tidak percaya dia sudah meninggal. Akan tetapi Eliot meyakinkan anna bahwa ia hanya berada pada transisi ke alam baka. Eliot menjelaskan kalau dia memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang yang telah meninggal dan hanya dia yang dapat membantu Anna yang mengalami masa transisi dari masa kematian menuju alam baka. Anna terjebak di dalam rumah duka, tidak ada yang dapat ia andalkan kecuali Eliot, Anna terpaksa menghadapi ketakutan yang teramat sangat untuk menerima kematiannya sendiri. Dan seterusnya, dan seterusnya...

Secara pribadi, nih film boring, karena banyak dialognya.. Tapi ternyata kunci ending film ini ada di dialog-dialog tersebut. Sebuah film psikopat yang lumayan meres otak tapi keren (sedikit keren lebih tepatnya). Ending yang lumayan gak bisa saya tebak. Tapi dari segi akting, sucks! Monoton banget -_-" Mana lokasi syuting nya muter-muter doang disitu-situ aja. Mungkin lain kali saya butuh film-film bernuansa segar dan santai macam Romantic Comedy / Drama Comedy. Agar gak jenuh dengan film-film yang seperti ini, akting standar dan penuh kejanggalan cerita. Satu-satunya yang saya suka dari film ini mungkin saat Anna (nina ricci) nya bugil, wakakakak... (dan saya yakin penonton lainnya juga suka, karena mereka pada teriak2 mesum gitu deh) :p

Rating: 7

Standart Movies ~_~

---------------------

Ok Bloggy, itulah review singkat mengenai apa yang sudah saya tonton di XXI. Maybe next time ada movie yang pengen saya tonton, diantaranya Smurf 3D :D

See you next post!

Friday, April 1, 2011

Hachiko


Ada yang bilang kalau anjing adalah teman terbaik manusia. Yup! Aku setuju.

Mungkin gak salah juga kalau melihat kisah yang dialami oleh Parker Wilson (Richard Gere) dan Hachiko (anjing kesayangannya). Kisah persahabatan Parker dan anjing bernama Hachiko ini bahkan mampu memberikan inspirasi pada seluruh warga kota tentang makna persahabatan sesungguhnya.

Pertemuan antara Parker dan Hachiko sebenarnya terjadi tanpa sengaja. Hachiko adalah anjing tanpa tuan yang ditemukan Parker saat ia pulang kerja di Stasiun. Parker sebenarnya bermaksud mencari pemilik Hachiko untuk mengembalikan anjing ini, namun saat usaha itu tak menemui jalan Parker akhirnya memutuskan untuk memelihara Hachiko.

Setiap hari, Hachiko selalu mengantar Parker ke stasiun saat pria yang bekerja sebagai dosen ini berangkat kerja. Dan setiap sore pula Hachiko datang menjemput Parker ke stasiun saat ia pulang kerja. Suatu ketika, Parker berangkat kerja seperti biasa namun tak pernah kembali ke stasiun itu. Parker meninggal sebelum ia pulang. Hachiko yang tak tahu kalau majikannya telah tiada tetap datang setiap sore berharap bertemu Parker lagi. :(

Hari berlalu, dan 9 tahun sudah Hachiko selalu datang ke stasiun untuk menjemput majikannya. Meski Hachiko tak pernah lagi bertemu Parker, namun Hachiko tak pernah menyerah.

Kesimpulannya, film ini mampu membuatku mengucurkan air mata. :D Meski agak bertele-tele di bagian akhir untuk menggambarkan lamanya hachiko menunggu sang majikan, tapi film ini cukup punya pesan yang menarik.

Rating: 8

Recommended Movie! :p

Tuesday, January 4, 2011

Despicable Me

Despicable Me! Salah satu film animasi favorit aku. Terdapat tokoh utama bernama Gru (Steve Carell) yang adalah pencuri terbesar sepanjang zaman. Tak ada yang bisa menandingi rekor Gru. Sayangnya, rekor ini begitu saja tumbang ketika sebuah piramida di Mesir tiba-tiba hilang tanpa ada yang tahu siapa yang mengambilnya. Harga diri Gru tercabik-cabik. Bagaimana mungkin ada orang yang bisa mencuri piramida tanpa ada yang tahu. Kalaupun bisa, hanya Gru-lah orangnya.

Berusaha mengembalikan harga dirinya yang hancur, Gru pun merancang sebuah pencurian terbesar sepanjang sejarah umat manusia. Gru akan mencuri bulan. Masalahnya, Gru masih harus mempersiapkan segala sesuatunya. Ia harus mencari senjata yang mampu mengecilkan bulan sehingga bisa dipindahkan dengan mudah. Saat mencari pinjaman dari bank, Gru bertemu Vector (Jason Segel) yang ternyata adalah orang yang baru saja menggeser Gru sebagai pencuri terhebat.

Dengan segala cara Gru akhirnya berhasil mendapatkan senjata yang mampu mengerutkan bulan ini. Dasar sial, senjata yang sudah berada di tangan Gru ini berhasil dicuri oleh Vector. Mengambil kembali senjata ini dari Vector bukanlah masalah mudah dan satu-satunya harapan adalah dengan memanfaatkan tiga orang anak yatim piatu bernama Margo (Miranda Cosgrove), Edith (Dana Gaier), dan Agnes (Elsie Fisher) yang ternyata dengan mudah bisa masuk ke markas persembunyian Vector.

Gru lantas mengadopsi ketiga anak ini dan memanfaatkan mereka untuk memasukkan robot-robot berbentuk kue buatan Doctor Nefario (Russell Brand) ke rumah Vector. Kebetulan, Vector sepertinya tergila-gila pada kue yang dijual ketiga anak yatim piatu ini. Gru kini siap mencuri bulan. Tapi sepertinya masalah tak berhenti di sini karena Gru yang semula hanya ingin memanfaatkan ketiga anak yatim piatu ini malah mulai merasakan ikatan batin. Ikatan batin yang tak pernah dirasakannya.

Membuat film animasi memang gampang-gampang susah. Kebanyakan film animasi yang sukses pasti tak lepas dari campur tangan Pixar, yang lain hampir tak terdengar suaranya. Kini, Universal Studios mencoba peruntungannya di dunia animasi dengan meluncurkan film berjudul DESPICABLE ME ini dan nyatanya, film ini cukup sukses dan bukan tak mungkin bakal ada sekuel dari film ini.

Salah satu kunci suksesnya film ini adalah keberaniannya mengangkat karakter antagonis sebagai tokoh utama. Jarang ada film konsumsi anak-anak yang berani mengambil langkah ini lho. Yang kedua, jelas adalah kepiawaian para animator Illumination Entertainment dalam menyuguhkan animasi yang cantik dan berkualitas tinggi.

Soal cerita sebenarnya mudah ditebak dan ini adalah kekurangan DESPICABLE ME bila dibanding dengan produk Pixar.

Rating: 9

Recommended Movie! :p

Friday, February 5, 2010

50 First Date


50 First Date, Film jadul yang gak bosan-bosannya aku tonton :D

Di film ini, Adam Sandler bermain sebagai Henry Roth, seorang dokter ahli kelautan di Hawai yang tak pernah menjalin hubungan serius dengan seorang wanita. Dalam hidupnya, Henry hanya berkutat dengan anjing laut, penguin dan binatang-binatang laut lainnya. Berhubungan dengan binatang laut lebih menyenangkan bagi Henry. Henry juga lebih suka menjalin hubungan dengan turis wanita dan dengan mudah dia bisa memutuskan hubungan kapanpun mereka meninggalkan Hawai.

Bisa dibilang Henry adalah pria penganut short-term relationships (hubungan pendek) yang tak membuatnya harus terikat dengan sebuah komitmen. Henry berkawan dengan seorang pembersih container tolol asli Hawai yang diperankan Rob Schneider yang mendorongnya untuk menjalin hubungan lebih serius dengan seorang wanita, meskipun Henry tak pernah menyukai sebuah komitmen dalam hidupnya.

Sampai suatu hari Henry berjumpa dengan Lucy (Drew Barrymore) di sebuah restoran dan Henry mulai menyukainya seperti kebiasaannya menyukai turis-turis wanita sebelumnya. Sampai akhirnya Henry sadar bahwa Lucy tak seperti wanita-wanita yang sebelumnya pernah dikencaninya, Lucy mengalami gangguan ingatan akibat kecelakaan mobil 18 bulan yang lalu. Dia tak bisa membentuk satu ingatanpun dalam sehari, kapanpun bangun dari tidurnya Lucy tak akan bisa mengingat kembali apa yang dia alami sebelumnya. Setiap kali bangun yang ada dibenak Lucy hanyalah bahwa hari itu adalah hari ulang tahun ayahnya dan dia harus menyiapkan segala sesuatu untuk merayakannya. Ayah (Blake Clark) dan saudara lelakinya (Sean Astin) selalu berusaha membuat ilusi Lucy menjadi nyata, sampai mereka sadar jika Henry menyukai Lucy dan memanfaatkan situasi tersebut untuk membantu mengembalikan ingatan Lucy. Henry tak akan pernah bisa menyakiti hati Lucy, karena apapun yang terjadi, Lucy tak akan pernah bisa mengingatnya. Ironisnya Henry jatuh cinta dengannya, gadis yang tak bisa mengingat apapun dan menjadi seseorang yang tak pernah lepas dari ingatannya.

Disini, Barrymore tetap menawarkan akting yang brilian! seperti dalam film THE WEDDING SINGER, Barrymore dan Sandler menyuguhkan karakter yang manis, luwes dan mempesona, meskipun sedikit sekali adegan roman yang mereka tampilkan bahkan lebih cenderung banyak menampilkan humor yang kadang membuat mual. Roman merupakan sebuah selingan dari humor yang lebih menekankan pada seksualitas, misalnya: guyonan tentang ukuran Mr P. Penampilan Dan Ackroyd (reality show SATURDAY NIGHT LIVE) berperan sebagai dokter Lucy dan Sean Austin (LORD OF THE RINGS), saudara laki-laki Lucy, terasa kering dan tak membuat film lebih hidup. Meskipun film ini lebih banyak mengecewakan dari semua sisi namun film ini banyak menonjolkan pemandangan alam Hawai yang membuat film terasa lebih segar.

Film ini banyak mengumbar guyonan-guyonan kasar dan kotor yang dikemas dalam bahasa yang kuat. Layaknya di film-film Sandler sebelumnya dalam 50 FIRST DATE, Sandler selalu menyuguhkan banyolan-banyolan dengan mimik khasnya. Tak hanya dipenuhi bahasa-bahasa vulgar, film ini juga memberikan pesan-pesan positif tentang kesetiaan, bagaimana sebuah keluarga bersatu mengembalikan anggota keluarganya yang terluka dan memiliki banyak keterbatasan? Bagaimana seorang Henry berjuang meraih cintanya meskipun terkadang terasa tak menyenangkan buatnya.

Rating: 9

Recommended Movie! :D

Saturday, March 28, 2009

Up Movie

Kali ini aku mencoba mereview film yang menjadi favoritku, UP.




Film ini menceritakan kehidupan seorang kakek bernama Carl Fredricksen yang berusaha untuk memenuhi mimpi mendiang istrinya. Sepengetahuan yang aku tonton, Carl di masa kecil adalah seorang anak pemalu yang mengidolakan seorang penjelajah bernama Charles Muntz dengan slogan nya yang terkenal: "Adventure is Out There!". :D

Suatu hari, saat carl berlari-lari membawa sebuah balon, ia bertemu dengan seorang anak perempuan tomboy bernama Ellie, yang juga mengidolakan Muntz. Sejak saat itu, mereka bersahabat dekat. Ellie memiliki ambisi untuk membangun “klub penjelajah”nya di tepi air terjun Paradise di Amerika Selatan. Mereka berdua pun bersumpah akan melaksanakan mimpi itu.

Carl dan Ellie hidup berdua sampai mereka lanjut usia. Mereka tidak memiliki keturunan karena Ellie tidak bisa hamil. Saat Carl berhasil mengumpulkan uang dan berniat mengajak Ellie ke air terjun Paradise, Ellie jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Carl sangat terpukul dan menjadi orang yang tertutup.

Sepeninggal Ellie, Carl menjadi uring-uringan, karena di rumahnya hanya dihuni dia sendiri. Ia juga bertengkar dengan salah satu pekerja industri yang membuatnya harus pindah ke panti jompo. Saat dijemput, Carl melarikan diri dengan cara menerbangkan rumahnya dengan 10.000.000 balon gas (kayak aku ngitung aja, haha). Ia berniat untuk pergi dan mendaratkan rumahnya ke air terjun Paradise, seperti mimpi Ellie. Tak disangka, seorang anak yang sedang berusaha mendapatkan lencana pramuka terakhirnya, Russell, juga ikut terbang bersamanya karena bersembunyi di teras rumah Carl. Maka, mereka berdua pun memulai petualangan seru menuju Amerika Selatan.


russell, bocah petualang gendut yang lucu.

Didalam petualangannya, banyak sekali kejadian2 lucu yang di alami Carl & Russell. Diantaranya russell gendut yang gak bisa manjat tali rumah Carl, Anjing bernama dug yang bisa bicara, dan masih banyak lagi. Saking banyaknya aku sampai gak bs nyebutin satu-satu. hahaha.

Intinya:

Film Up ini gak hanya menyuguhkan kecanggihan animasi 3D aja. Film ini memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi karena berhasil merangsang emosi penonton. Ekspresi cinta antara Carl dan Ellie tergambarkan dengan manis. Begitu juga wujud kesedihan Carl ketika kehilangan istri tercintanya. Begitu juga saat russell bertanya pada Carl apa harus menggali lubang untuk mengubur tai nya sebelum atau sesudah boker. :)) Film ini juga berusaha menyampaikan pesan yang dalam mengenai arti dari sebuah pengorbanan demi mendapatkan sebuah kebahagiaan yang sempurna.

Rating: 9

Recommended Movie! :)